Recent Blog post
Industri perikanan
Nelayan cantrang adalah nelayan yang menggunkan alat tangkap cantrang.
Kebanyakan alat tangkap cantrang mendominasi di pesisir wilayah pantai
utara jawa.
Hampir mayoritas nelayan disana mengandalkan alat tangkap cantrang sebagai mata pencahariannya.
Historia alat tangkap dahulu sangat kecil dan belum berkembang sampai pesat seperti sekarang ini. Nelayan cantrang kini telah berevolusi menjadi nelayan yang besar dengan menggunakan kapal yang besar dan alat tangkap yang besar pula.
Kebijakan pelarangan alat tangkap cantrang di mulai dengan permen02 2015. Dimana alat tangkap cantrang dilarang untuk beroperasi. Alat tangkap cantrang dilarang karena di anggap merusak habitat dan sumber daya ikan.
Akibat dari pelarangan alat tangkap cantrang tersebut maka secara sosial memberi kan dampak yang sangat besar.
Diantaranya hampir ribuan nelayan yang menganggur dan kehilangan mata pencaharian akibat peraturan pelarangan cantrang. Nelayan cantrang terdiri dari pemilik kapal, Abk, bakul ikan, buruh bongkar, pemilik toko perbekalan dan sampai tukang becak pun kena imbas dari pelarangan alat tangkap cantrang.
Hampir mayoritas nelayan disana mengandalkan alat tangkap cantrang sebagai mata pencahariannya.
Historia alat tangkap dahulu sangat kecil dan belum berkembang sampai pesat seperti sekarang ini. Nelayan cantrang kini telah berevolusi menjadi nelayan yang besar dengan menggunakan kapal yang besar dan alat tangkap yang besar pula.
Kebijakan pelarangan alat tangkap cantrang di mulai dengan permen02 2015. Dimana alat tangkap cantrang dilarang untuk beroperasi. Alat tangkap cantrang dilarang karena di anggap merusak habitat dan sumber daya ikan.
Akibat dari pelarangan alat tangkap cantrang tersebut maka secara sosial memberi kan dampak yang sangat besar.
Diantaranya hampir ribuan nelayan yang menganggur dan kehilangan mata pencaharian akibat peraturan pelarangan cantrang. Nelayan cantrang terdiri dari pemilik kapal, Abk, bakul ikan, buruh bongkar, pemilik toko perbekalan dan sampai tukang becak pun kena imbas dari pelarangan alat tangkap cantrang.
Bagi pemerintah pelarangan alat tangkap cantrang mempunyai maksud baik. Yaitu mengembalikan sumber daya ikan yang sudah sangat parah. Maka perlu adanya pemulihan stock melalui penghentian dan pelarangan alat tangkap cantrang. Tapi bagi nelayan kebijakan tersebut sama dengan membunuh nelayan secara perlahan.
Kebijakan tentang penggantian alat tangkap yang ramah lingkungan pun di tolak mentah mentah.
industri perikanan
Mebel Kabupaten Pasuruan
Salah satu pengusaha mebel yang bisa ditemui adalah Wandi. Wandi yang mengaku sudah bergelut di industri mebel sejak 12 tahun silam kini sudah merasakan manisnya kerja keras dan keuletannya
“Saat ini satu minggu saya bisa mendapatkan omset Rp 50 juta hingga Rp 60 juta,” kata Wandi, salah seorang pengusaha mebel di Gadengrejo, di sela-sela kesibukannya, Minggu (22/5/2016).
Wandi mengaku memulai usaha dengan berbekal pengalaman yang diperoleh dari belajar kepada salah seorang saudara yang sudah menekuni mebel terlebih dahulu. Saat ia memiliki kurang lebih 20 karyawan.
“Awalnya saya belajar kepada saudara. Semua dulu saya kerjakan sendiri mulai dari pembuatan hingga pemasaran saya kerjakan sendiri,” tutur Wandi.
Kini, ia sudah memasarkan produknya hampir ke seluruh pulau jawa, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Di Kabupaten Pasuruan saat ini terdapat 467 pengusaha mebel. Mereka tersebar di Kecamatan Winongan, Pohjentrek, Rejoso dan Kraton. Sebagian besar usaha mebel ini berskala industri kecil menegah (IKM).
Ratusan pengusaha mebel tersebut mampu memproduksi 19.991 item (aneka jenis produk) setiap tahunnya.
Untuk pasar lokal, para pengusaha menjual produknya ke Pasar Mebel Bukir, Kota Pasuruan, Surabaya, Malang, Kediri, Bidoarjo, Bali NTT hingga NTB. Banyak pengusaha mebel yang sudah mengekspor produknya ke Malaysia, Hongkong, Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.
Motif mebel Kabupaten Pasuruan yang menyesuaikan permintaan pasar menjadi salah satu kunci penerimaan pasar luar negeri. (ros/fyd)
industri Mebel
Industri Logam
Industri logam di Kota Pasuruan sudah begitu kesohor namanya di negeri
ini. Keahlian meracik dan mengecor logam oleh warga pesisir pantai utara
Jawa ini bahkan sudah dimiliki sejak abad ke-19 masehi.
Pada era pemerintahan kolonial, Belanda mendirikan tiga perusahaan, yaitu NV-De Bromo, NV-De Industrie, dan NV-De Vulkan. Pabrik baja yang memproduksi mesin diesel dan peralatan industri ini menjadi penopang pabrik gula yang banyak tersebar di Indonesia. Pada 1958, Pemerintah Indonesia mengambil alih tiga perusahaan dan mengubah nama perusahaan itu menjadi PN Boma, PN Indra, PN Bisma.
Pada 30 Agustus 1971 tiga perusahaan tersebut bergabung menjadi PT Boma Bisma Indra (BBI). Masa kejayaan industri baja terus melejit sebelum akhirnya menyurut pada dekade 1990-an. Keahlian warga pesisir dalam memproduksi olahan logam ini tidak terlepas dari keberadaan pabrik baja Belanda. Keahlian autodidak ini bahkan dipelajari hanya dengan melihat dan mempraktikkan pembuatannya.
Meski demikian, sejumlah perusahaan di Jepang tetap saja menawarkan kerja sama dalam pembuatan suku cadang komponen automotif. Keahlian turun-temurun ini bahkan terus berkembang hingga saat ini. Sejumlah inovasi pembuatan aksesori sepeda motor tidak terkalahkan dengan industri logam di daerah lain, yakni di Ceper dan Tegal, Jawa Tengah (Jateng).
“Mbah buyut kami sudah ahli dalam membuat dan mengolah logam. Keahlian ini turun-temurun hingga saat ini. Karena keahlian itu, para perajin logam di Kota Pasuruan dijuluki Jepang Kecil. Onderdil apa saja bisa dibuat para perajin logam,” kata Moch Imron, seorang perajin logam di Kelurahan Ngemplak, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Sentra industri kecil dan kerajinan dari logam di Kota Pasuruan pada awalnya berkembang di Kelurahan Mayangan, Kelurahan Ngemplakrejo, dan Kelurahan Gadingrejo ini dikelola secara tradisional. Meski demikian, produk yang dihasilkan telah banyak diakui memiliki kualitas yang baik.
Berdasar data di Badan Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Kota Pasuruan tahun 2006, jumlah IKM logam pada 2012 mencapai 1.083 unit dan menyerap lebih 6.000 tenaga kerja. Keandalan produk komponen automotif dari sentra industri logam di Pasuruan memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Sejak 1980-an telah membuat suku cadang komponen mobil dari Toyota Dyna, yakni hanger dan handel pedal rem dan gas.
Hanya, para produsen ini bergerak sendiri-sendiri menggaet para pemesannya. Pemasaran hasil produksi logam ini tidak terbatas di wilayah Jawa Timur, tetapi sudah sampai ke luar provinsi. Beberapa jenis dan macam kerajinan logam yang dihasilkan industri kecil antara lain, aksesori dan suku cadang mobil dan motor, peralatan rumah tangga, dan aksesori mebel.
Sayangnya, masa keemasan industri logam tidak bertahan lama. Pelimpahan wewenang pemerintah pusat dalam kebijakan otonomi daerah justru menjadikan industri logam semakin surut. Pola pendampingan yang kala itu dilakukan para ahli dari Departemen Perindustrian digantikan pejabat daerah yang penempatannya berdasarkan kedekatan dengan kepala daerah (wali kota).
“Pejabat daerah yang kemudian mendampingi para perajin logam bukanlah orang yang memiliki keahlian. Para pejabat ini justru membentuk kelompok perajin mikro yang juga didasarkan atas kedekatan kelompok dan golongan. Para perajin ini dipaksakan untuk mengikuti aturan main sesuai kebijakan otonomi daerah,” kata Moch Imron.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Logam yang sebelumnya dipergunakan sebagai ajang pembelajaran para perajin telah berubah fungsi. Menurut Imron, bantuan pemerintah pusat untuk pembelian mesin baru disalahgunakan dengan cara membeli mesin bekas yang sudah ketinggalan zaman.
Akibatnya, mesin seharga Rp1,2 miliar mangkrak dan tidak bisa dipergunakan untuk mengasah keahlian perajin. “Para perajin logam hanya dijadikan alat oleh penguasa. Mereka tidak pernah dijembatani dan difasilitasi untuk menjadi semakin berkembang. Program pemerintah hanya sebagai akalakalan semata,” tandasnya.
Demikian halnya dengan program tawaran kerja sama pembuatan komponen automotif mobnas produksi Kiat Esemka Solo. Booming mobil Esemka pada kenyataannya justru semakin mengorbankan para perajin logam.
Dua unit UPT Logam, satu di antaranya diambil alih Dinas Pendidikan dengan alasan untuk pengembangan produksi mobil Esemka. “Pelaku pembuatan komponen mobil ini sebenarnya adalah para perajin logam. Anak-anak SMK hanya diajarkan dalam hal bongkar pasang komponen mobil pada UPT yang kini diambil alih Dinas Pendidikan,” kata Imron.
Kebijakan yang salah kaprah tersebut, lanjut Imron, mengakibatkan para perajin logam mati suri, hidup segan mati tak mau. Saat ini mereka bertahan hidup dengan cara memproduksi onderdil sesuai pesanan pabrikan.
Pada era pemerintahan kolonial, Belanda mendirikan tiga perusahaan, yaitu NV-De Bromo, NV-De Industrie, dan NV-De Vulkan. Pabrik baja yang memproduksi mesin diesel dan peralatan industri ini menjadi penopang pabrik gula yang banyak tersebar di Indonesia. Pada 1958, Pemerintah Indonesia mengambil alih tiga perusahaan dan mengubah nama perusahaan itu menjadi PN Boma, PN Indra, PN Bisma.
Pada 30 Agustus 1971 tiga perusahaan tersebut bergabung menjadi PT Boma Bisma Indra (BBI). Masa kejayaan industri baja terus melejit sebelum akhirnya menyurut pada dekade 1990-an. Keahlian warga pesisir dalam memproduksi olahan logam ini tidak terlepas dari keberadaan pabrik baja Belanda. Keahlian autodidak ini bahkan dipelajari hanya dengan melihat dan mempraktikkan pembuatannya.
Meski demikian, sejumlah perusahaan di Jepang tetap saja menawarkan kerja sama dalam pembuatan suku cadang komponen automotif. Keahlian turun-temurun ini bahkan terus berkembang hingga saat ini. Sejumlah inovasi pembuatan aksesori sepeda motor tidak terkalahkan dengan industri logam di daerah lain, yakni di Ceper dan Tegal, Jawa Tengah (Jateng).
“Mbah buyut kami sudah ahli dalam membuat dan mengolah logam. Keahlian ini turun-temurun hingga saat ini. Karena keahlian itu, para perajin logam di Kota Pasuruan dijuluki Jepang Kecil. Onderdil apa saja bisa dibuat para perajin logam,” kata Moch Imron, seorang perajin logam di Kelurahan Ngemplak, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Sentra industri kecil dan kerajinan dari logam di Kota Pasuruan pada awalnya berkembang di Kelurahan Mayangan, Kelurahan Ngemplakrejo, dan Kelurahan Gadingrejo ini dikelola secara tradisional. Meski demikian, produk yang dihasilkan telah banyak diakui memiliki kualitas yang baik.
Berdasar data di Badan Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Kota Pasuruan tahun 2006, jumlah IKM logam pada 2012 mencapai 1.083 unit dan menyerap lebih 6.000 tenaga kerja. Keandalan produk komponen automotif dari sentra industri logam di Pasuruan memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Sejak 1980-an telah membuat suku cadang komponen mobil dari Toyota Dyna, yakni hanger dan handel pedal rem dan gas.
Hanya, para produsen ini bergerak sendiri-sendiri menggaet para pemesannya. Pemasaran hasil produksi logam ini tidak terbatas di wilayah Jawa Timur, tetapi sudah sampai ke luar provinsi. Beberapa jenis dan macam kerajinan logam yang dihasilkan industri kecil antara lain, aksesori dan suku cadang mobil dan motor, peralatan rumah tangga, dan aksesori mebel.
Sayangnya, masa keemasan industri logam tidak bertahan lama. Pelimpahan wewenang pemerintah pusat dalam kebijakan otonomi daerah justru menjadikan industri logam semakin surut. Pola pendampingan yang kala itu dilakukan para ahli dari Departemen Perindustrian digantikan pejabat daerah yang penempatannya berdasarkan kedekatan dengan kepala daerah (wali kota).
“Pejabat daerah yang kemudian mendampingi para perajin logam bukanlah orang yang memiliki keahlian. Para pejabat ini justru membentuk kelompok perajin mikro yang juga didasarkan atas kedekatan kelompok dan golongan. Para perajin ini dipaksakan untuk mengikuti aturan main sesuai kebijakan otonomi daerah,” kata Moch Imron.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Logam yang sebelumnya dipergunakan sebagai ajang pembelajaran para perajin telah berubah fungsi. Menurut Imron, bantuan pemerintah pusat untuk pembelian mesin baru disalahgunakan dengan cara membeli mesin bekas yang sudah ketinggalan zaman.
Akibatnya, mesin seharga Rp1,2 miliar mangkrak dan tidak bisa dipergunakan untuk mengasah keahlian perajin. “Para perajin logam hanya dijadikan alat oleh penguasa. Mereka tidak pernah dijembatani dan difasilitasi untuk menjadi semakin berkembang. Program pemerintah hanya sebagai akalakalan semata,” tandasnya.
Demikian halnya dengan program tawaran kerja sama pembuatan komponen automotif mobnas produksi Kiat Esemka Solo. Booming mobil Esemka pada kenyataannya justru semakin mengorbankan para perajin logam.
Dua unit UPT Logam, satu di antaranya diambil alih Dinas Pendidikan dengan alasan untuk pengembangan produksi mobil Esemka. “Pelaku pembuatan komponen mobil ini sebenarnya adalah para perajin logam. Anak-anak SMK hanya diajarkan dalam hal bongkar pasang komponen mobil pada UPT yang kini diambil alih Dinas Pendidikan,” kata Imron.
Kebijakan yang salah kaprah tersebut, lanjut Imron, mengakibatkan para perajin logam mati suri, hidup segan mati tak mau. Saat ini mereka bertahan hidup dengan cara memproduksi onderdil sesuai pesanan pabrikan.
industri logam
Produksi Garam Petani Pasuruan Mulai Normal, Stok Tercukupi

Sejak memasuki musim kemarau produksi garam dari petani di Pasuruan mulai menggeliat. Kondisi tersebut membuat stok garam di pasaran kembali tercukupi setelah sempat mengalami kelangkaan.
“Setelah lebaran cuaca tak menentu, sering turun hujan sehingga hasilnya tak maksimal. Tapi saat ini kembali normal, “ujar Samsuri, seorang petani garam, Rabu (19/7) siang.
Samsuri mengakui penurunan produksi garam menyebabkan berkurangnya pasokan di pasaran dan terjadinya kelangkaan. Para pelaku pengolaan garam kekurangan bahan baku. Sehingga harganya meningkat tajam di daerah lainnya. “Alhamdulillah. Sejak memasuki cuaca panas saat ini justru mendukung. Dan bisa panen dua kali dalam seminggu, “jelasnya.
Sejak memasuki musim kemarau, produksi garam petani sekitar, harganya melambung tiap tonnya garam yang menggunakan sistem membran, satu petak berukuran lahan 50 meter x 25 meter, mampu dijual Rp 2.800.000/ton. Sedangkan yang menggunakan sistem tradisional, kalangan petani menjualnya sekitar Rp 2.600.000/ton. Tiap petak tersebut bisa dipanen 2-3 ton.
Seorang pelaku industri pengolaan garam di Panggungrejo, Sariati, mengungkapkan selama beberapa pekan terakhir, dirinya mengambil bahan baku garam dari Madura.
“Karena di sini jarang yang bisa panen terpaksa ambil dari Madura. Yang penting bisa memproduksi garam kemasan, “papar Sariati yang mengaku sudah belasan tahun berbisnis pengolaan garam.
Sariati mengungkapkan berkurangnya garam di pasaran salah satunya disebabkan karena produksi garam tingkat petani yang menurun sejak memasuki cuaca tak menentu. Dengan menggeliatnya tingkat perekonomian petani garam di Kelurahan Panggungrejo saat ini, membuat kalangan petani mulai gairah untuk memproduksi lebih banyak garam di lahan miliknya. (dul)
industri pengelolahan garam
Nasi Punel khas Pasuruan
arapan dengan nasi yang bertekstur lembut, pulen serta aneka lauk
yang beraneka dalam satu sajian sungguh sangat memanjakan lidah. Menu
sarapan spesial itu adalah Nasi Punel, kuliner khas Kota Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Agar selalu identik dengan sejarahnya, nasi disajikan di atas piring
yang beralas daun pisang. Di atas nasi ditaburkan Serundeng.
Dilengkapi Sate Kerang, Lentho/ Menjeng, Tahu Bumbu Bali, irisan daging
dan kikil serta parutan kelapa diberi santan yang diberi bumbu agak
manis dan dikukus. Sayurnya, biasanya Rebung dan Nangka muda (Lodeh
Tewel). Lauk utamanya bisa pilih Empal (daging goreng), Ayam Goreng,
Telor Dadar, Paru, Dendeng atau yang lain. Tak lupa ada sambel uleg pedas yang dicampur dengan irisan kacang panjang. Hmmmm… mak nyus.Pulen
Punel artinya sama dengan Pulen. Nasi yang matangnya pas. Tidak terlalu kering. Tidak terlalu lembek. Konon, nasi punel berasal dari beras pada umumnya. Bedanya hanya dari cara memasaknya. Dari informasi teman yang domisili di Bangil, agar nasinya pulen, maka beras yng sudah dicuci bersih direndam dengan air panas. Lima belas sampai duapuluh menit. Baru kemudian ditanak seperti biasanya.
Jika nasi sudah matang, nasi segera diangkat dan dipindahkan ke wadah terbuka. Lalu nasi yang masih panas didinginkan dengan dikipas-kipas. Sesekali nasinya diaduk-aduk (diuleni), sehingga agak menggumpal. Jadi tidak dibiarkan begitu saja. Cara inilah yang konon bisa menjadikan nasi putih di Bangil ini benar-benar bertekstur lembut. Pulen !
Khas Bangil
Nasi Punel hanya dijumpai di Bangil. Awalnya merupakan nasi yang dijajakan oleh penjualnya keliling kampung. Karena peminat dan penikmatnya terus meningkat maka beberapa penjual akhirnya mendirikan depot Nasi Punel di pinggir jalan utama Bangil. Ada depot Setia Budi di Timur Stasiun Bangil. Depot Nasi Punel Hj. Lin di Jalan Jaksa Agung Suprapto, depan Masjid Manarul. Nasi Punel Putri Bu Nik, serta Nasi Punel Spesial Bu Dahlia, di Latek, Bangil Timur.


Secara umum, sajian Nasi Punel di tiap penjual sama. Berupa seporsi nasi yang pulen lengkap dengan aneka lauk yang super komplet. Makin mantab saat menyantap ditemani Teh Manis yang hangat. Harganya di kisaran 10ribu-20 ribu, tergantung lauk yang dipilih.
Dilihat dari komposisinya, Nasi Punel sangat sarat dengan aneka kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Seporsi nasi putihnya yang lembut lebih dari cukup untuk memenuhi karbohidrat sepanjang pagi sampai siang. Aneka lauk sangat mencukupi untuk memenuhi unsur protein, vitamin dan mineral. Ditambah sayur yang kaya akan serat akan membuat penikmat Nasi Punel kenyang dan penuh energi.
Nah, kalau Anda sedang dalam perjalanan dari Surabaya ke Pasuruan atau sebaliknya , sebaiknya mampir dan sarapan Nasi Punel. Dijamin Anda akan terkenang akan kelezatannya dan bikin ketagihan.

Nasi Punel
Roti Matahari Lembut dan Manis Khas Pasuruan
Roti Matahari Oleh-oleh Khas Pasuruan
Dengan Olesan Roombutter Terasa Makin Lezat
Setelah mengunjungi beberapa lokasi wisata di daerah Pasuruan, rasanya kurang lengkap jika kembali tanpa membawa oleh-oleh khas kota ini. Roti Sisir Matahari bisa jadi salah satu pilihan oleh-oleh dari kota Pasuruan. Untuk mendapatkannya, kita bisa datang ke Toko Roti Matahari yang terletak di , Jl. Raya Soekarno-Hatta 42-44, Pasuruan. Biasanya toko ini sudah mulai dibuka dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam setiap hari.
Toko Roti Matahari berdiri sudah lama, sejak tahun 1955. Dengan menempati sebuah ruko yang tidak terlalu besar, kita bisa memilih beberapa jenis Roti Matahari yang
diproduksi sendiri. Berbagai jenis roti yang dijual : roti warmball,
roti sisir, roti celup, roti ronde, roti kasur, roti warmbol dll, namun
untuk roti sisirnya yang menjadi favorite para pelanggan.
Roti sisir merupakan
salah satu jenis roti tradisional Jawa Timur yang bentuknya persegi
panjang dengan salah satu sisinya agak melingkar (oval) dan juga tipis.
Biasanya berlapis tiga dengan lapisan mentega margarine di setiap
lapisnya. Roti sisirnya ada dua jenis, yaitu yang basah dan kering.
Untuk roti sisir yang basah dibagi menjadi dua lagi yaitu roti sisir
biasa dan roti sisir rombotter. Tentu saja yang paling banyak diminati
pembeli adalah roti sisir rombotter nya (pakai mentega Australia).
Untuk masalah harganya,
cukup terjangkau, untuk roti sisir biasa, kita cukup mengeluarkan kocek
sebesar 8ribu rupiah per bungkus. Sedangkan untuk yang roombutter
harganya lebih mahal, per bungkusnya dibandrol dengan harga 22.000
rupiah. Yang juga unik disini, banyak penjaganya yang sudah tua. Mungkin
mereka ini yang bekerja disini sejak dulu. Juga meja kasirnya yang
berada di pojokan dan tempatnya yang tinggi. Mungkin saja, dengan begini
sang kasir bisa juga mengawasi pekerjaanya dan juga pengunjung yang
datang.
Roti Matahari
ini banyak dijumpai di berbagai kota. Tapi tentu kondisinya sudah lain
dengan beli langsung di kota asal. Kadang sudah agak keras karena sudah
beberapa hari sehingga rasanya juga jadi berbeda. Begitu juga harganya,
biasanya lebih mahal. Jika Anda sedang melintas di kota Pasuruan, tidak ada salahnya mencoba Roti Matahari Pasuruan yang lezat ini.
Roti matahari khas pasuruan
Permen jahe
sin A merupakan
pabrik kembang gula yang memproduksi berbagai macam permen jahe
berkualitas terbaik yang terbuat dari bahan natural pilihan dan tanpa
pengawet. Sejak tahun 1935 hingga sekarang, kami selalu melakukan
pengembangan terhadap layanan yang kami berikan, mulai dari variasi
permen jahe yang dijual hingga teknologi produksi kami. Produk permen
jahe dan ting ting jahe Sin A telah banyak diekspor ke berbagai penjuru
dunia, seperti Hongkong, Amerika, Australia, Inggris, Jerman, dan
negara-negara lain.Aneka Jenis Permen Jahe dengan Kualitas Terbaik di Sin A
Salah
satu permen tradisional yang sangat digemari masyarakat Indonesia
adalah permen jahe. Kembang gula yang berbahan dasar jahe dan gula merah
ini bermanfaat untuk menghangatkan tubuh dan menyembuhkan perut
kembung. Permen jahe yang bergizi dan baik untuk kesehatan ini juga
memiliki rasa yang spektakuler sehingga mampu membawa kita kembali
bernostalgia dengan masa kecil kita. Pabrik Sin A menyediakan permen jahe dengan aneka pilihan rasa (Orange, Peanut Butter, Original, Peppermint,
dan Mango) dan menggunakan kemasan yang lebih modern sehingga cocok
Anda gunakan sebagai oleh oleh khas dari jawa timur.
Nikmati Hangatnya Permen Ting Ting Jahe Favorit Anda dari Sin A
Permen
ting ting jahe adalah permen manis tradisional sederhana rasa jahe asli
yang sangat berkhasiat menghangatkan badan dan dipercaya bisa mengatasi
masuk angin. Permen ting ting jahe Sin A
memiliki tekstur yang kenyal, lunak dengan rasa jahe, pedas, cocok
untuk dinikmati saat berkumpul bersama keluarga ataupun teman. Pabrik
kembang gula Sin A memproduksi permen ting ting jahe dengan menggunakan
bahan bahan pilihan yang berkualitas dan bermutu tinggi seperti jahe
unggulan, gula asli, tepung tapioca, margarin dan tanpa menggunakan
bahan pengawet makanan.
Manfaat Permen Jahe untuk Kesehatan
Jahe menjadi salah satu bahan dalam ramuan jamu kuno yang menjadi bagian
integral dari budaya asia sejak zaman dahulu. Manfaat jahe sangat
populer di seluruh dunia, sebagai ramuan kesehatan serta rempah-rempah.
Selain itu jahe juga dapat diolah untuk bahan dasar permen. Permen jahe memang menjadi salah satu makanan yang cukup mudah ditemukan di Indonesia terutama di Pasuruan karena disana ada pabrik permen jahe yang sudah berdiri puluhan tahun yaitu pabrik kembang gula Sin A. Jahe sebagai bahan utama mengandung berbagai jenis nutrisi seperti magnesium, tembaga, vitamin C, mangan, kalium, dan berbagai jenis nutrisi lain. Permen jahe juga sangat baik untuk kesehatan misalnya untuk mengatasi mual, mengobati peradangan, membantu mengatasi batuk dan flu, membantu menurunkan kolesterol, mengatasi mabuk kendaraan, mengatasi masuk angin, mengatasi mual untuk ibu hamil, menurunkan resiko kanker, dll.
Selain itu jahe juga dapat diolah untuk bahan dasar permen. Permen jahe memang menjadi salah satu makanan yang cukup mudah ditemukan di Indonesia terutama di Pasuruan karena disana ada pabrik permen jahe yang sudah berdiri puluhan tahun yaitu pabrik kembang gula Sin A. Jahe sebagai bahan utama mengandung berbagai jenis nutrisi seperti magnesium, tembaga, vitamin C, mangan, kalium, dan berbagai jenis nutrisi lain. Permen jahe juga sangat baik untuk kesehatan misalnya untuk mengatasi mual, mengobati peradangan, membantu mengatasi batuk dan flu, membantu menurunkan kolesterol, mengatasi mabuk kendaraan, mengatasi masuk angin, mengatasi mual untuk ibu hamil, menurunkan resiko kanker, dll.
permen jahe pasuruan
Taman Dayu
Bertempat di lokasi utama Pasuruan, The Taman Dayu Club menempatkan
segala sesuatu yang kota tawarkan hanya di luar pintu depan Anda.
Menawarkan berbagai fasilitas dan layanan, hotel menyediakan semua yang
Anda butuhkan untuk bermalam dengan nyaman. Dapat ditemukan di hotel
ini, yaitu layanan kamar, tempat parkir mobil, restoran, layanan
laundry/dry cleaning. Kamar tamu ini dirancang untuk memberikan
kenyamanan optimal dengan dekorasi dan fasilitas yang nyaman seperti AC,
shower, meja tulis, televisi LCD/layar plasma, TV satelit/kabel.
Suasana damai di hotel ini meluas ke fasilitas rekreasi yang meliputi
juga taman, kolam renang (luar ruangan). Suasana yang ramah dan
pelayanan yang terbaik adalah apa yang dapat Anda harapkan selama
tinggal di The Taman Dayu Club.
wisata taman dayu pasuruan
kelepon
Kue klepon adalah salah satu jenis kue
tradisional atau jajanan pasar yang terbuat dari tepung beras ketan yang
dibentuk seperti bola-bola kecil lalu diisi dengan parutan gula merah
atau gula jawa sisir dan diberi taburan kelapa parut. Kue basah ini
memiliki tekstur yang lembut dan kenyal di mulut.
Di Sumatera dan Malaysia kue klepon yang
memiliki bahan dasar tepung dan ubi ini sering disebut “onde-onde”. Hal
inilah yang membuat banyak orang salah dalam mengartikan kue onde-onde
dan kue kelepon. Jika dilihat dari bentuknya, kedua kue tersebut memang
memiliki bentuk yang mirip yaitu sama-sama berbentuk bulat kecil. Hanya
saja kue klepon memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan kue
onde-onde.
Pada umumnya kue klepon memiliki warna
hijau yang berasal dari pewarna alami daun pandan dan daun suji. Agar
lebih mudah dan praktis biasanya para pedagang menggunakan pewarna
makanan yang halal dengan kualitas bagus. Namun kini kue klepon tidak
melulu memakai warna hijau sebagai pewarna klasiknya. Karena saat ini
banyak bermunculan resep kue klepon dengan warna-warni yang lebih
menggoda. Seperti kue klepon ubi jalar, kue klepon ketan putih, klepon
pelangi wijen, klepon coklat tabur keju, klepon strawberry, kue klepon
bihun nenas, kue klepon labu kuning dan kue klepon tepung beras hitam.
Resep Kue Klepon Pandan Tanpa Kapur Sirih Isi Gula Merah Legit
Biasanya kue klepon ini di jual di pasar
tradisional bersama dengan jajanan pasar sederhana lainnya seperti
cenil, serabi, gethuk, pecel, bubur sum-sum, donat, kue awug-awug, kue
khu, golang-galing, bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, semar mendem,
martabak kacang, onde-onde
dan masih banyak lagi. Kue klepon umumnya dijual dalam pincukan daun
pisang dengan harga yang cukup murah. Mulai dari Rp 2.000.- hingga Rp
5.000.- yang berisi beberapa buah kue klepon dari ukuran kecil hingga
klepon besar jumbo.
Walaupun terbilang murah, namun tak ada
salahnya bila sesekali membuat resep kue klepon sendiri di rumah.
Keluarga pasti suka karena rasanya yang enak dengan isian saus gula jawa
yang legit. Anda bisa menyajikannya sebagai camilan ketika berkumpul
bersama keluarga atau bisa digunakan sebagai kudapan di acara-acara
special anda. Mulai dari hidangan arisan, ulang tahun, isian snak box,
kumpul keluarga serta khajatan.
kelepon khas pasuruan
Bipang jangkar
Bipang terbuat dari beras yang
dipanaskan dengan suhu tinggi sampai mekar kemudian dicampur dengan
vanili dan gula yang telah dicairkan, lalu dicetak dan dipotong-potong.
Rasanya renyah dan manis.
Bipang Jangkar ini diproduksi sejak
tahun 1949. Pertama kali menggunakan kertas sebagai pembungkusnya dengan
rasa vanilla, kemudian berkembang menjadi bermacam rasa buah-buahan
yang dibungkus plastik sehingga bipang lebih tahan lama dan tidak
melempem. Bagi penyuka manis, bipang jangkar ini wajib dicoba.
Alamat Toko Bipang Jangkar : Jl. Lombok 37-41, Pasuruan 67132, Jawa timur, Indonesia.
Phone : 0343-421162 ; Fax 0343-422755; HP 081 7371496
Jam buka : Senin – Minggu 06.30 – 18.30
Phone : 0343-421162 ; Fax 0343-422755; HP 081 7371496
Jam buka : Senin – Minggu 06.30 – 18.30
Bipang juga banyak macam varian
Bipang jangkar khas pasuruan
Tari merak abyor
Tari Merak Abyor ini merupakan tari-tarian khas Pasuruan dan pernah
ditampilkan pada acara PON tahun 2000 di Sidoarjo, juga pernah meraih
sepuluh penyaji terbaik Festival Karya tari Merak pada Gelar Seni Budaya
dan Pariwisata Jawa Timur tahun 1998/1999.
Tari merak abyor ini merupakan kreasi Sanggar Tari Dharma Budaya Pasuruan.Sanggar Seni Dharma Budaya Kota Pasuruan merupakan suatu komunitas kesenian daerahkhususnya seni tari yang masih berkembang sampai saat ini di dilingkungan masyarakat kotaPasuruan yang dikenal sebagai masyarakat yang Islami (masyarakat santri).
Tari merak abyor budaya pasuruan
Kotekan Lesung
Seni Lesung adalah satu seni
tradisional kuno yang hidup dan berkembang di pedesaan dan banyak
dimainkan oleh para petani. Di tengah arus deras modernisasi ini mulai
pudar dimakan zaman, untuk mempertahankan eksistensi seni khas
masyarakat agraris ini, Pemerintah Kota Pasuruan setiap tahunnya selalu
mengagendakan perlombaan seni lesung antar kelurahan.
MENARI. Salah satu adegan yang menarik,
banyak orang untuk menyaksikannya seni kotekan lesung ini adalah para
pemukulnya yang juga melakukan gerak tari. Karena memang bukanlah penari
profesional, adegan tari yang mereka sajikan justru terlihat lucu dan
sering mengundang gelak tawa para penontonnya. Belum lagi tata rias
wajahnya yang ala kadarnya, juga memunculkan kesan lucu. Pertunjukan ini
bila dikelola dengan baik dan digabungkan dengan unsur entertainnya
dapat menjadi salah satu pertunjukan wisata yang cukup potensial.Lucu dan menghibur, begitulah kesan kuat yang terlihat di atas panggung saat para pegiat seni pukul lesung ini menampilkan atraksinya. Kelucuan dari para pegiat seni lesung ini nampak dari cara mereka berdandan yang terkesan ala kadarnya, sehingga bukannya terlihat tambah cantik justru pupuran bedak adem (bedak yang terbuat dari beras dan serai) yang tidak merata ‘mengubah’ wajah mereka seperti buah kesemek. Itulah yang terlihat pada sosok Maimunah (70).
Kelucuan yang menghibur juga terlihat dari gerak tangan dan badan mereka yang tidak ‘neko-neko’ mengikuti alunan kotekan lesu yang ditabuh bertalu-talu. Mungkin karena mereka bukan penari profesional, maka gerakan tari mereka itu justru mengundang tawa penonton yang tengah menyaksikan pertunjukan seni lesung yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan Kota Pasuruan. Hampir semua peserta lomba yang sebagian besar ibu-ibu lebih banyak yang memakai busana adat kebaya dan kain batik untuk menunjukkan orisionalitas kesenian kotekan lesung. Bahkan dari 34 kelompok peserta ada juga yang menggunakan alas kaki klompen (sandal kayu).
Kotekan lesung bisa disebut sebagai tradisi masyarakat agraris. Kotekan lesung tak dapat dipisahkan dengan kegiatan para petani menumbuk padi. Kotekan lesung pada awalnya merupakan kegiatan santai sekadar untuk bersenandung di saat-saat jeda menumbuk padi. Kreativitas tersebut terus berkembang bukan sekadar untuk mengusir kejenuhan dan keletihan, tapi terus berkembang menjadi simbol kegiatan sosial masyarakat agraris.
Sehingga alunan senandung kotekan lesung pada saat dulu juga bisa disebut sebagai irama musik prewedding di setiap keluarga petani di pedesaan. Karena alunan kotekan lesung biasanya akan terus berkumandang beberapa hari menjelang pesta hajatan pernikahan di sebuah keluarga di pedesaan. Di tengah masyarakat yang masih kental kerukunan sosialnya, setiap anggota masyarakat akan saling membantu menumbuk padi atau membuat aneka tepung secara sukarela. Nah di saat-saat jeda menumbuk padi atau membuat tepung tersebut, kotekan lesung secara spontan akan terdengar mengalun.
Namun seiring perkembangan zaman, lesung yang digunakan menumbuk padi tergeser fungsinya dengan mesin penggilingan padi baik yang statis maupun yang mobile atau yang biasa disebut “grandong”. Sehingga kumandang alunan kotekan lesung juga semakin hilang tertutup derunya mesin penggilingan padi. Lomba kotekan lesung yang secara rutin digelar saat memperingati hari jadi Kota Pasuruan ini, selalu meninggalkan kesan yang berbeda bagi setiap generasi. Bagi generasi tua, lomba kotekan lesung seolah membuka lembaran nostalgia, sementara bagi generasi muda lomba kotekan lesung merupakan kegiatan yang terasa aneh tapi diakuinya mengasyikkan.
Maimunah (70), salah seorang pemain kotekan lesung dari Kelurahan Tembokrejo Kecamatan Purworejo meski posturnya tubuhnya sudah terlihat renta tetap terlihat ceria selama memainkan alu memukullesung mengikuti irama. Wanita yang kini telah memasuki usia lanjut mengaku keterampilannya memainkan kotekan lesung dikarenakan saat masih mudanya dulu sering menjadi tukang tumbuk padi. Namun ia mengaku tidak pernah menyangka kalau keterampilannya tersebut yang kemudian mengantarkan dirinya naik ke panggung pertunjukan.
Sebaliknya Tyas (20), salah seoarang pemain kotekan lesung generasi muda dari Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo mengaku belajar kotekan lesung tidak ada kaitannya dengan kegiatan menumbuk padi. Ia belajar kotekan lesung karena untuk persiapan lomba, bukan karena keterampilannnya menumbuk padi. Memang Tyas maupun generasi muda lainnya mengenal sebuah lesung bukan lagi sebagai alat tumbuk padi, tapi telah bergeser funsgi sebagai alat musik tradisional. Karena dengan maraknya mesin penggilingan padi, generasi muda kini nyaris tidak mengenallagi fungsi lesung. Jangankan mengenal fungsi lesung yang sesungguhnya, melihat proses penggilingan gabah menjadi beras pun telah menjadi sesuatu yang sulit ditemukan bagi banyak generasi muda di perkotaan.
Seni tradisional kotekan lesung di Kota Pasuruan boleh dikatakan tidak sepenuhnya mati. Ibarat pepatah hidup segan matipun tak mau. Di beberapa kelurahan, meski frekuensinya tidak terlalu sering masih ada anggota masyarakat yang berlatih memainkan kotekan lesung, terutama mendekati bulan Februari dimana secara rutin Pemerintah Kota Pasuruan menggelar lomba kotekan lesung antar kelurahan. Ketidakmampuan pihak kelurahan menggerakkan warganya untuk berlatih seni kotekan lesung ini tidak lain karena minimnya anggaran yang ada. Meskipun demikian, dari tahun ke tahun, kelurahan tidak pernah kesulitan melakukan alih generasi seniman kotekan lesung. []
kotekan lesung budaya pasuruan
Seni Hadrah Al Banjari

Seni Hadrah Al Banjari merupakan suatu seni yang bernuansa Islam. Disebut Al Banjari karena alat terbang serta aturan memukul terbangnya berasal dari Banjarmasin. Meskipun berasal dari luar daerah, kesenian ini sudah memasyarakat di Kota Pasuruan.
Keistimewaan Hadrah Al Banjari terletak pada suaranya yang bertalu-talu ditambah suara bas, jika dicermati mirip musik SAMBA DARI BRASIL. Hadrah Al Banjari ini sering dimainkan untuk memeriahkan acara sunatan, pernikahan dan pada peringatan hari-hari besar umat Islam seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
seni hadrah budaya pasuruan
Tari Terbang Bandung
Berdasarkan fenomena maupun ketertarikan peneliti terhadap objek, maka muncul rumusan masalah yaitu bagaimana eksistensi Tari Terbang Bandung di Kota Pasuruan.
Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kota Pasuruan. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari informan yang berkaitan dengan Tari Terbang Bandung dan data-data yang terkait, berupa foto, video atau buku-buku. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, observasi dan kuesioner. Kemudian untuk validitas data dinggunakan teknik triangulasi sumber, dan teknik. Sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi.
Hasil penelitan ini memberikan penjelasan tentang asal usul kesenian Terbang Bandung yang berawal dari kesenian hadrah, pencak silat, dan kompetisi atau bandungan, yang kemudian menjadi bentuk teater tradisional Terbang Bandung dengan cerita “maru-maruan” atau poligami. Sampai pada tahun 1983 dicipatakanlah Tari Terbang Bandung oleh bapak Harjoto Tojib dengan maksud agar bisa dipelajari oleh generasi muda. Kemudian dalam rangka pelestarian Tari Terbang Bandung, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan kegiatan penggalian dan pengembangan Tari Terbang Bandung dengan cara menganjurkan sekolah mulai SD sampai SMA untuk mempelajari Tari Terbang Bandung. Untuk menunjukkan kepada masyarakat, Dikbud mengadakan tari massal dengan mengikuti berbagai festival baik tingkat SD sampai SMA. Faktor-faktor penyebab pasang surut Tari Terbang Bandung disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi seniman, bentuk penyajian, dan fungsi. Sedangkan faktor eksternal meliputi masyarakat dan pemerintah.
Terbang bandung budaya pasuruan
saygon park pasuruan
Saygon Water Park adalah wisata taman air yang unik dan beda dengan water park yang lain. Waterpark yang berada
di sengon Kecamatan Purwosari Pasuruan ini bisa menjadi tujuan utama anda berlibur bersama keluarga. Mudah dicapai
dari arah Surabaya-Malang, cukup 2 menit dari perempatan Sengon.
Dibangun di atas lahan yang cukup luas, menawarkan pilihan wahana untuk segala usia. Wahana Pesawat dan Wahana air diantaranya adalah kolam ombak,kolam arus,waterpark anak, slide kecepatan ekstrim, slide terbuka dan tertutup, twister,dan masih banyak yang lainnya.
Dibangun di atas lahan yang cukup luas, menawarkan pilihan wahana untuk segala usia. Wahana Pesawat dan Wahana air diantaranya adalah kolam ombak,kolam arus,waterpark anak, slide kecepatan ekstrim, slide terbuka dan tertutup, twister,dan masih banyak yang lainnya.
Setiap senin, seluruh wahana Saygon Water Park TUTUP!
Selasa - Jum'at (Weekday), Buka : 09.00 WIB - 17.00 WIB.
Sabtu, Minggu dan Hari Libur (Weekend), Buka : 08.00 WIB - 17.00 WIB
Selasa - Jum'at (Weekday), Buka : 09.00 WIB - 17.00 WIB.
Sabtu, Minggu dan Hari Libur (Weekend), Buka : 08.00 WIB - 17.00 WIB
wisata saygon park pasuruan
Taman safari
Taman safari prigen berada di Taman Nasional Gunung Arjuna, tepatnya di desa Jatirejo, daerah Prigen, Jawa Timur. Untuk mencapainya, anda harus menempuh perjalanan sekitar 2-3 jam jika berangkat dari kota Surabaya, dan 1-2 jam jika berangkat dari kota Malang. Di sepanjang perjalanan tersedia petunjuk jalan menuju wahana ini, terlebih lagi jika anda telah berada 1 km sebelum pintu masuk utamanya.
Sesampainya di pintu masuk pertama, anda tidak dapat langsung memasuki wahana ini, melainkan hanya disambut oleh sepasang gading buatan berukuran besar sebagai gerbang masuk sekaligus ucapan selamat datang di Taman Safari Prigen. Dari pintu masuk utama, anda harus menempuh perjalanan beberapa kilometer lagi, ditempuh sekitar 30 menit – 1 jam, dengan medan yang menanjak serta jalanan teraspal rapi.

Sesampainya di pintu masuk utama, anda akan dipertemukan lagi dengan gerbang selamat datang. Disini sekaligus terdapat loket pembelian tiket, toko cenderamata, toilet, area parkir dan peristirahatan, serta bus tur yang akan digunakan untuk rombongan ataupun oleh pengunjung yang tidak membawa kendaraan sendiri. Pada loket tiket, pengunjung harus membayar tiket masuk perorang sebesar Rp 70.000 untuk dewasa dan Rp 65.000 untuk anak-anak usia 1-5 tahun.
Bagi anda dengan kendaraan sendiri berupa mobil, akan dikenai tiket tambahan kendaraan sebesar Rp 5.000. Untuk tiket masuk kendaraan, sebaiknya jangan sampai hilang. Karena jika hilang, saat keluar nanti anda akan dikenai pemeriksaan tambahan seperti STNK serta dikenakan denda atas hilangnya tiket masuk kendaraan tersebut. Bagi anda yang datang dengan rombongan atau tidak membawa mobil, wahana ini menyediakan bus tur gratis yang akan mengantarkan pengunjung menuju wahana hingga menuju pintu keluar. Wahana ini dibuka mulai pukul 08.00 pagi dan tutup pada pukul 17.00 atau pukul 5 sore.
Taman Safari Prigen juga merupakan salah satu taman safari terluas di Asia dengan luas area sebesar 350 hektar. Wahana ini memiliki berbagai macam spesies dengan lingkungan hidup alami, suasana sejuk, pepohonan rimbun dengan mengusung konsep habitat satwa seperti di alam bebas. Sehingga, meskipun satwa disini berada dalam penangkaran, habitatnya dibuat serupa dengan aslinya di alam bebas, agar member kenyaman pada hewan tersebut.
Keanekaragaman hewan disini berasal dari 5 benua yang ada. Dimana saat anda memasuki area safari, anda akan bertemu dengan hewan dari benua Asia, lalu Afrika, Amerika, Australia dan Eropa. Hewan-hewan ini tidak dikandangkan, melainkan dilepas bebas di area habitatnya. Sehingga pengunjung sangat dilarang untuk turun serta keluar dari kendaraan, apalagi mencoba berinteraksi langsung dengan hewan tersebut. Jika ingin memberikan makan, pengunjung akan di damping oleh staf yang menyediakan makanan sesuai dengan jenis hewannya. Hewan yang ada di taman safari prigen antara lain, seperti Harimau Sumatra, Gajah Sumatra, Singa, Harimau Bengala, Banteng, Beruang, Orangutan, Zebra, berbagai jenis unggas, Ular dan Kanguru.
Uniknya, saat berada di area safari, hewan tersebut tak segan-segan untuk menghampiri kendaraan, bahkan ada yang berbaring di tengah jalan. Jika hal ini terjadi, anda sebagai pengunjung harus mengalah, sabar menunggu hingga mereka pindah, atau dapat melanjutkan perjalanan kembali jika ada celah kosong. Jangan sesekali mencoba membunyikan klakson untuk mengusirnya, karena hal ini sangat dilarang. Selain itu, dapat pula menimbulkan kepanikan pada hewan tersebut.
Setelah menyelesaikan perjalanan di area safari, pengunjung akan tiba di area utama. Disini terdapat kafetaria, arena pertunjukan hewan, toko cenderamata, waterpark hingga baby zoo, dimana anda bisa melihat bayi-bayi hewan yang ada di wahana ini sekaligus berfoto dengannya. Ingin mencoba sensasi makan yang berbeda? Tersedia sebuah restoran, dimana anda akan makan dengan ditemani harimau putih, tentu saja dipisahkan oleh kaca lapis tebal, sehingga anda tetap aman.
Untuk pengunjung yang ingin melihat atraksi hewan, tersedia berbagai wahana pertunjukan, seperti wahan pertunjukan elang, lumba-lumba, gajah dan harimau. Serta tersedia pula wahana permainan pertualangan, salah satunya yang terkenal yaitu ‘Journey to The Temple of Teror’, lengkap dengan atraksi mengagumkannya. Sehingga wahana ini sangat cocok untuk dijadikan tujuan berlibur, terutama bersama keluarga tercinta.
wisata taman safari pasuruan
Danau ranu grati pasuuan
pada zaman dahulu desa Kademangan Klindungan terkenal sebagai desa yang
tenteram, pemandangannya sangat elok dan dikelilingi oleh hutan
belantara. Suatu hari datanglah seorang wanita yang sangat cantik ke
Kademangan Klindungan. Pakaian yang dipakai laksana puteri keraton,
wanita itu adalah Endang Sukarni.
Endang Sukarni merupakan salah seorang puteri kerajaan Mataram. Karena terjadi kekacauan di Mataram, akhirnya dia meninggalkan kerajaan. Dia menempuh perjalan yang sangat panjang dan melelahkan sampai kearah timur Pasuruan. Setelah sekian lama perjalanan, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil melepas letih. Pada saat itu melintas seorang warga dihadapan Endang Sukarni.
“ Di daerah manakah sekarang saya berada ? “ Tanya Endang Sukarni, sambil terheran – heran.
Warga tersebut menjawab, “ Puteri sekarang berada di Kedemangan Klindungan.”
“ Maaf, kalau boleh saya tahu, siapa orang yang dituakan dan dihormati di daerah ini ?” Tanya Endang Sukarni sekali lagi.
“ Di sekitar sini ada orang yang bernama Begawan Nyampo. Beliaulah orang yang paling dihornati didaerah ini.” Jawab warga tersebut.
“ Terima kasih atas keterangannya. Kalau begitu , dimanakah rumahnya. saya ingin bertemu dengan Begawan Nyampo “ kata Endang Sukarni sambil berpamitan.
“ Kalau ingin bertemu dengan Begawan Nyampo, teruslah berjalan sampai ke pinggir hutan. Disana ada sumur tua. Disitulah biasanya beliau bersemedi.”
Ketika Begawan Nyampo sedang melakukan semedi, tiba – tiba ada orang memanggil namanya.
“ Maafkan Tuan, saya terpaksa mengganggu ketenangan semedi Tuan.” Kata Endang Sukarni kepada Begawan Nyampo.
Begawan Nyampo menghentika semedinya, “ Ada apakah gerangan sehingga engkau mengganggu ketenangan semediku ? “ Tanya Begawan Nyampo.
“ Saya berasal dari jauh. Dari sebuah kerajaan yang terpecah belah. Saat ini saya hidup sebatang kara. Kalau Tuan berkenan, saya ingin mengabdi kepada Tuan,” pinta Endang Sukarni sambil memohon .
Begawan Nyampo diam sejenak sambil berpikir, “ Siapa namamu ? ”
“ Nama saya Endang Sukarni “
“ Baiklah kalau itu maumu. Untuk sementara saya minta engkau membantu memasak di dapur.”
Hari demi hari dilewati dengan perasaan yang senang oleh Endang Sukarni. Suatu ketika tanpa sengaja, Begawan Nyampo melihat kemulusan kulit betis Endang Sukarni. Kainnya tersingkap tiupan angina yang sangat kencang. Tanpa sadar keluarlah air suci dari tubuh Begawan Nyampo. Air suci yang biasa terpancar dari seorang lelaki dewasa yang sedang tenggelam dalam asmara. Pada saat itulah air suci itu jatuh ketanah. Atas kuasa Tuhan, air suci itu berubah menjadi sebuah pisau kecil.
Dengan perasaan yang bersalah, Begawan Nyampo memberikan pisau itu kepada Endang Sukarni.
“ Hai Endang Sukarni, Kemarilah “.
“ Ada apakah Tuan memanggil saya ? “ Tanya Endang Sukarni.
“ Saya mempunyai sebuah pisau kecil. Pakailah untuk berbagai keperluan mu didapur dan berhati – hatilah dengan pisau ini. Selain tajam ada satu pantangan yang harus kamu perhatikan dan harus kamu ingat , jangan sekali – kali pisau ini kau letakkan di atas pangkuanmu. “ ujar Begawan Nyampo sambil memberikan pisau itu pada Endang Sukarni.
Setiap kali memasak didapur, Endang Sukarni selalu memakai pisau itu untuk berbagai keperluannya. Pesan Begawan Nyampo selalu diingatnya setiap selesai memakai, pisau itu ditaruh ditempat yang aman. Tetapi manusia selalu dilekati sifat lupa. Suatu ketika, setelah memasak di dapur, sifat kehati – hatian Endang Sukarni mulai nengendur. Tanpa sadar pisau itu diletakkan dipangkuannya. Endang Sukarni sangat terkejut. Dicarinya pisau tersebut disekitar tempat duduknya tetapi tidak ditemukan.
Ending Sukarni merasa takut menyampaikan apa yang telah terjadi kepada Begawan Nyampo. Hilangnya pisau itu terus dipendam sampai beberapa bulan . tanpa ia sadari, ia merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Semakin lama parutnya terasa semakin membesar. Hatinya bertanya – Tanya. Apa yang sedang menimpa dirinya : “ Munkinkah saya hamil ? tapi bagaimana mungkin sedangkan saya belum pernah bersentuhan dengan seorang lelaki.”
Tak kuasa memendam rahasia akhirnya Endang Sukarni menceritakan kejadian yang telah menimpa dirinya kepada Begawan Nyamp. Meskipun terkejut tetapi Begawan Nyampo mencoba menenangkan Endang Sukarni.
“ Tapi ini sudah terjadi, dan kamu benar – benar hamil, “ ucap Begawan Nyampo.
Kini Endang Sukarni tinggal menunggu saat yang mendebarkan, yaitu melahirkan seorang bayi. Setelah sembilan bulan , akhirnya Endang Sukarni melahirkan. Dengan wajah kaget dan tidak percaya Endang Sukarni melihat bayinya, ternyata bayi yang baru dilahirkannya bukan seorang bayi mungil nan lucu yang diharapkan. Akan tetapi seorang bayi dengan kulit yang bersisik seperti ular dan dibagian belakang tubuhnya tumbuh semacam ekor.
Akhirnya dengan menahan rasa malu dia membesarkan bayi tersebut layaknya manusia biasa yang sempurna. Bayi tersebut diberi nama Jaka Baru. Agar mudah mengetahui keberadaannya. Maka bagian ekornya diberi lonceng kecil ( klintingan ). Sehingga lama – kelamaan dia dikenal dengan nama Baru Klinting. Karena malu memiliki anak yang aneh dengan barbagai cara Endang Sukarni mencoba menyingkirkan Baru Klinting.
Pada suatu hari Baru Klinting disuruh ibunya untuk mencari air dengan menggunakan keranjang bamboo yang berlubang. “Baru Klinting tolong tunjukkan kepada ku apakah engkau mewarisi kesaktian ayahmu. Jika kamu berhasil, sebaiknya kau tinggalkan rumah ini. “ pinta Endang Sukarni .
Dengan gembira Baru Klinting berangkat dengan membawa keranjang bamboo untuk mencari air. Betapa kagetnya orang tua Baru Klinting melihat dia berhasil membawa sekeranjang air. Rupanya dengan kecerdikannya bamboo tersebut dilapisi dedaunan yang dilekatkan dengan menggunakan air liurnya.
Karena cara tersebut tidak berhasil menyingkirkan Baru Klinting, maka dicari cara lain untuk menyingkirkannya. Dan sebuah cara baru muncul dari pikiran Begawan Nyampo dan Endang Sukarni. Baru Klinting disuruh tempur dengan Buaya Putih di sungai Bedadung Jember, dengan alasan buaya tersebut mengganggu ketentraman warga sekitar.
Sebenarnya Buaya Putih tersebut masih saudara sepupu Baru Klinting. Karena Buaya Putih adalah putera dari Raden Dodo Putih yang tidak lain adik dari Begawan Nyampo. Raden Dodo Putih bertempat tinggal dilereng Gunung Semeru. Suatu malam Raden Dodo Putih bermimpi melakukan hubungan layaknya suami istri dengan seorang bidadari. Mimpi itu begitu nyata.
Setelah beberapa hari dari kejadian mimpi tarsebut, tiba – tiba batu yang dibuat bersemedi langsung pecah dan mengeluarkan seekor Buaya Putih yang masih kecil. Setelah dipelihara oleh Raden Dodo Putih, buaya tersebut menjadi besar dan memiliki kesaktian yang luar biasa. Karena dirundung malu, Rasen Dodo Putih bersepakat dengan Begawan Nyampo untuk mengadu putranya dengan Baru Klinting. Harapan mereka, dalam pertenpuran itu Buaya Putih dan Baru Klinting sama – sama mati.
Baru Klinting seketika itu berangkat menemui Buaya Putih dengan tergesa – gesa dan rasa penasaran. Akibatnya saat dia melintasi sebuah gunung, maka runtuhlah puncak gunung tersebut ( tugel ) akibat dari sebetan ekornya. Gunung itu kini bernama Gunung Tugel yang berada didaerah Tongas Probolinggo.
Saat bertempur dengan Buaya Putih, ternyata Baru Klinting menang dengan mudah. Tubuh Buaya Putih itu dipotong – potong dan dilemparkan kesegala arah. Sebagian dilempar sampai ke Gersik, sebagian dilempar dan jatuh menjadi Gunung Bentar di Probolinggo, dan sebagian dilempar ke Puger Jember. Semua tubuh buaya putih itu kini menjadi Gunung Kapur.
Dengan gembira Baru Klinting pulang kerumahnya. Akan tetapi kedua orang tuanya masih gundah melihat Baru Klinting masih hidup. Akhirnya Begawan Nyampo mempunyai satu cara yang menurutnya berhasil, yaitu memerintahkan Baru Klinting untuk bertapa dihutan.
“ Baru Klinting berangkatlah kehutan untuk melakukan tapa disebuah bukit. Apabila engkau dapat memutari bukit itu dengan tubuhmu, maka engkau akan berubah menjadi manusia yang sempurna,” ucap Begawan Nyampo.
Akhirnya Baru Klinting melakukan tapa disebuah bukit kecil. Pada saat itu pula di Kademangan Klindungan sedang mengalami paceklik. Warga bingung menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, sedangkan mereka harus mencari makan. Dan mereka memutuskan untuk berburu hewan dihutan untuk dijadikan makanan.
Warga mulai melakukan pemburuan. Diantara warga itu ada seorang kakek tua yang buta yang bernama Kek Kerti. Dia pergi kehutan untuk berburu dan mencari kayu bakar. Para warga merasa kasihan melihat Kek Kerti pergi kehutan sendirian, akhirnya ada ide untuk membujuk supaya Kek Kerti pulang. Namun watak yang dimiliki Kek Kerti sangat keras, dia tidak mau pulang.
Kek Kerti sudah mengelilingi hutan kemudian dia memutuskan istirahat dibawah pohon. Saat melepas lelah, tiba – tiba dia merasa akar yang didudukinya bergerak – garak. Dia merasa takut dan heran.
“ Apa ini sebenarnya ? “ ucap Kek Kerti sambil terkaget –kaget
“ Jangan kaget dan jangan takut Kek Kerti. Wujudku memang seekor ular, akan tetapi bukan ular sembarangan. Aku tidak akan menyakiti manusia seperti mu. Aku sedang melakukan semedi agar menjadi manusia yang sempurna kelak. “
“ Apa ? bagaimana ceritanya ? “ Tanya Kek Kerti sambil kaget.
“ Panjang ceritanya, Kek, aku tidak mungkin menceritakannya. Namaku Baru Klinting, anak dari Begawan yang sangat sakti. Sudah bertahun – tahun aku melakukan semedi ini .”
Baru Klinting mengetahui nahwa Kek Kerti tidak bisa melihat, dengan kemampuannya, dia akan menyembuhkannya. Tetapi Baru Klinting mempunyai syarat. “ Apabila Kek Kerti sudah dapat melihat jangan sekali – sekali mengatakan keberadaanku disini. Kalau Kek Kerti mengingkarinya, maka Kek Kerti akan buta lagi. “
“ Baiklah, asal mataku bisa melihat, saya memenuhi syarat itu .” kata Kek Kerti.
“ Irislah punggungku, Kek. Darah yang nantinya keluar dari tubuhku usapkan kedua mata Kek Kerti,” ujar Baru Klinting. Dan sungguh ajaib, setelah Kek Kerti mengusapkan darah itu kematanya, dia langsung dapat melihat. Kek Kerti mengucapkan terima kasih dan pulang dengan senang.
Warga terheran – heran melihat Kek Kerti yang buta kini bisa melihat lagi. Warga mulai menanyai Kek Kerti, akan tetapi dia tidak mau mengatakan apa yang terjadi. Dengan segala rayuannya warga mendesak Kek Kerti untuk mengatakan, dan akhirnya keluarlah perkataan yang seharusnya tidak boleh diucapkan oleh Kek Kerti. Akhirnya mata Kek Kerti menjadi buta kembali.
Setelah mendengar cerita dari kek kerti,muncul ide dari salah satu warga untuk membantai Baru Klinting. Dagingnya akan digunakan untuk pesta selamatan desa. Untuk itu warga beramai – ramai ke hutan. Setibanya bersemedi. Tanpa pikir panjang warga langsung menyenbelihnya. Karena tubuh Baru Klinting yang sangat besar akibatnya darah mengalir ke segalah arah.
Tempat penyembelihan Baru Klinting (mbeleh), kini menjadi Desa Mbelerah. Setelah itu, badan Baru Klinting dikelupas sisiknya (kresek). Tempat itu kini menjadi Desa kresek. Setelah di bersihkan tubuh Baru Klinting dipotong – potong menjadi empat puluh (patang puluh) bagian, dan kini menjadi Desa patang puluh. Sedangkan daging dari tubuh Baru Klinting dibakar (tunu), kini menjadi kini menjadi Desa tunon atau biasa dikenal Grati tunon.
Selamatan desa dimulai, berbagai hidangan ditumpuk jadi satu termasuk daging dari tubuh Baru Klinting. Tak lama berselang tiba – tiba datang seorang wanita yang tidak lain adalah Emdang Sukarni. Dia meminta – minta sambil menangis. Warga tidak suka dengan kehadiran Endang Sukarni karena itu mereka mengusirnya.
Sambil memohon – mohon Endang Sukarni mulai putus asa. Tiba - tiba seorang nenek mendengar tangisannya. “ Apakah yang terjadi pada dirimu. Nak ?” Tanya sang nenek.
“ saya ingin sekali meminta daging yang dipanggang itu karena perutku lapar sekali,” Ucap Endang Sukarni .
“ jadi itu permintaanmu ? Ambillah sebagian daging punyaku ini supaya perutmu tidak lapar lagi.”
Sambil makan daging Endang Sukarni mengucapkan terima kasih kepada nenek tersebut.
“Siapakah nama kamu, Nak ?” Tanya nenek sambil tersenyum.
“ Namaku Endang Sukarni . Saya ke sini untuk meminta daging ular agar dapat mengembalikan anakku Baru Klinting yang dagingnya dibuat pesta oleh warga.”
“ Apa ?” Kata nenek itu kaget .
“ Benar Nek, itulah kenyataannya,” jawab Endang Sukarni.
Hati Endang Sukarni mulai tidak tenang. Ia ingin membalas apa yang telah di perbuat oleh warga terhadap Baru Klinting. Kemudian Endang Sukarni berdiri dan menancapkan sebatang lidi ( sodo lana), lalu berteriak – teriak meminta perhatian warga yang berpesta.
“ Barang siapa baik laki – laki maupu perempuan yang merasa sakti, buktikan kemampuan kalian di hadapan ku dengan mencabut sebatang lidi yang tertancap ini,” teriak Endang Sukarni sambil menancapkan sebatang lidi.
“ Apa ?” seluruh warga merasa terkejut dan bertanya – Tanya.
“ heeeeeee, jangan kan mencabut sebatang lidi, nyawamu pun bisa ku cabut,” ucap salah satu yang besar mulut .
“ Sekarang buktikan, jika kalian bisa mencabutnya,” ujar Endang Sukarni marah.
Setelah berbagai macam cara di lakukan ternyata tidak ada seorang pun yang bisa mencabut batang lidi itu dengan mudah, mereka terheran – heran melihatnya.
“ Kini kalian merasakan akibat dari perbuatan kalian terhadap keluargaku,” kata Endang Sukarni
Lubang bekas tancapan sebatang lidi, mulai mengeluarkan air yang sangat deras. Lama kelamaan menjadi sumber air yang sangat besar. Warga kebingungan ,berlarian kesana kemari. Satu per satu warga di telan air Bah dan akhirya seluruh warga tenggelam.
Sumber air, bekas tancapan sebatang lidi tadi tidak pernah surut sampai sekarang. Kini sumber air itu menjadi sebuah danau yang di batasi oleh sebuah bukit di sebelah selatannya. Dan danau itu sekarang lebih di kenal oleh masyarakat dengan nama RANU GRATI Nama itu di ambil dari desa yang berada tepat di pinggir danau itu yaitu DESA RANU KLINDUNGAN .
Endang Sukarni merupakan salah seorang puteri kerajaan Mataram. Karena terjadi kekacauan di Mataram, akhirnya dia meninggalkan kerajaan. Dia menempuh perjalan yang sangat panjang dan melelahkan sampai kearah timur Pasuruan. Setelah sekian lama perjalanan, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil melepas letih. Pada saat itu melintas seorang warga dihadapan Endang Sukarni.
“ Di daerah manakah sekarang saya berada ? “ Tanya Endang Sukarni, sambil terheran – heran.
Warga tersebut menjawab, “ Puteri sekarang berada di Kedemangan Klindungan.”
“ Maaf, kalau boleh saya tahu, siapa orang yang dituakan dan dihormati di daerah ini ?” Tanya Endang Sukarni sekali lagi.
“ Di sekitar sini ada orang yang bernama Begawan Nyampo. Beliaulah orang yang paling dihornati didaerah ini.” Jawab warga tersebut.
“ Terima kasih atas keterangannya. Kalau begitu , dimanakah rumahnya. saya ingin bertemu dengan Begawan Nyampo “ kata Endang Sukarni sambil berpamitan.
“ Kalau ingin bertemu dengan Begawan Nyampo, teruslah berjalan sampai ke pinggir hutan. Disana ada sumur tua. Disitulah biasanya beliau bersemedi.”
Ketika Begawan Nyampo sedang melakukan semedi, tiba – tiba ada orang memanggil namanya.
“ Maafkan Tuan, saya terpaksa mengganggu ketenangan semedi Tuan.” Kata Endang Sukarni kepada Begawan Nyampo.
Begawan Nyampo menghentika semedinya, “ Ada apakah gerangan sehingga engkau mengganggu ketenangan semediku ? “ Tanya Begawan Nyampo.
“ Saya berasal dari jauh. Dari sebuah kerajaan yang terpecah belah. Saat ini saya hidup sebatang kara. Kalau Tuan berkenan, saya ingin mengabdi kepada Tuan,” pinta Endang Sukarni sambil memohon .
Begawan Nyampo diam sejenak sambil berpikir, “ Siapa namamu ? ”
“ Nama saya Endang Sukarni “
“ Baiklah kalau itu maumu. Untuk sementara saya minta engkau membantu memasak di dapur.”
Hari demi hari dilewati dengan perasaan yang senang oleh Endang Sukarni. Suatu ketika tanpa sengaja, Begawan Nyampo melihat kemulusan kulit betis Endang Sukarni. Kainnya tersingkap tiupan angina yang sangat kencang. Tanpa sadar keluarlah air suci dari tubuh Begawan Nyampo. Air suci yang biasa terpancar dari seorang lelaki dewasa yang sedang tenggelam dalam asmara. Pada saat itulah air suci itu jatuh ketanah. Atas kuasa Tuhan, air suci itu berubah menjadi sebuah pisau kecil.
Dengan perasaan yang bersalah, Begawan Nyampo memberikan pisau itu kepada Endang Sukarni.
“ Hai Endang Sukarni, Kemarilah “.
“ Ada apakah Tuan memanggil saya ? “ Tanya Endang Sukarni.
“ Saya mempunyai sebuah pisau kecil. Pakailah untuk berbagai keperluan mu didapur dan berhati – hatilah dengan pisau ini. Selain tajam ada satu pantangan yang harus kamu perhatikan dan harus kamu ingat , jangan sekali – kali pisau ini kau letakkan di atas pangkuanmu. “ ujar Begawan Nyampo sambil memberikan pisau itu pada Endang Sukarni.
Setiap kali memasak didapur, Endang Sukarni selalu memakai pisau itu untuk berbagai keperluannya. Pesan Begawan Nyampo selalu diingatnya setiap selesai memakai, pisau itu ditaruh ditempat yang aman. Tetapi manusia selalu dilekati sifat lupa. Suatu ketika, setelah memasak di dapur, sifat kehati – hatian Endang Sukarni mulai nengendur. Tanpa sadar pisau itu diletakkan dipangkuannya. Endang Sukarni sangat terkejut. Dicarinya pisau tersebut disekitar tempat duduknya tetapi tidak ditemukan.
Ending Sukarni merasa takut menyampaikan apa yang telah terjadi kepada Begawan Nyampo. Hilangnya pisau itu terus dipendam sampai beberapa bulan . tanpa ia sadari, ia merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Semakin lama parutnya terasa semakin membesar. Hatinya bertanya – Tanya. Apa yang sedang menimpa dirinya : “ Munkinkah saya hamil ? tapi bagaimana mungkin sedangkan saya belum pernah bersentuhan dengan seorang lelaki.”
Tak kuasa memendam rahasia akhirnya Endang Sukarni menceritakan kejadian yang telah menimpa dirinya kepada Begawan Nyamp. Meskipun terkejut tetapi Begawan Nyampo mencoba menenangkan Endang Sukarni.
“ Tapi ini sudah terjadi, dan kamu benar – benar hamil, “ ucap Begawan Nyampo.
Kini Endang Sukarni tinggal menunggu saat yang mendebarkan, yaitu melahirkan seorang bayi. Setelah sembilan bulan , akhirnya Endang Sukarni melahirkan. Dengan wajah kaget dan tidak percaya Endang Sukarni melihat bayinya, ternyata bayi yang baru dilahirkannya bukan seorang bayi mungil nan lucu yang diharapkan. Akan tetapi seorang bayi dengan kulit yang bersisik seperti ular dan dibagian belakang tubuhnya tumbuh semacam ekor.
Akhirnya dengan menahan rasa malu dia membesarkan bayi tersebut layaknya manusia biasa yang sempurna. Bayi tersebut diberi nama Jaka Baru. Agar mudah mengetahui keberadaannya. Maka bagian ekornya diberi lonceng kecil ( klintingan ). Sehingga lama – kelamaan dia dikenal dengan nama Baru Klinting. Karena malu memiliki anak yang aneh dengan barbagai cara Endang Sukarni mencoba menyingkirkan Baru Klinting.
Pada suatu hari Baru Klinting disuruh ibunya untuk mencari air dengan menggunakan keranjang bamboo yang berlubang. “Baru Klinting tolong tunjukkan kepada ku apakah engkau mewarisi kesaktian ayahmu. Jika kamu berhasil, sebaiknya kau tinggalkan rumah ini. “ pinta Endang Sukarni .
Dengan gembira Baru Klinting berangkat dengan membawa keranjang bamboo untuk mencari air. Betapa kagetnya orang tua Baru Klinting melihat dia berhasil membawa sekeranjang air. Rupanya dengan kecerdikannya bamboo tersebut dilapisi dedaunan yang dilekatkan dengan menggunakan air liurnya.
Karena cara tersebut tidak berhasil menyingkirkan Baru Klinting, maka dicari cara lain untuk menyingkirkannya. Dan sebuah cara baru muncul dari pikiran Begawan Nyampo dan Endang Sukarni. Baru Klinting disuruh tempur dengan Buaya Putih di sungai Bedadung Jember, dengan alasan buaya tersebut mengganggu ketentraman warga sekitar.
Sebenarnya Buaya Putih tersebut masih saudara sepupu Baru Klinting. Karena Buaya Putih adalah putera dari Raden Dodo Putih yang tidak lain adik dari Begawan Nyampo. Raden Dodo Putih bertempat tinggal dilereng Gunung Semeru. Suatu malam Raden Dodo Putih bermimpi melakukan hubungan layaknya suami istri dengan seorang bidadari. Mimpi itu begitu nyata.
Setelah beberapa hari dari kejadian mimpi tarsebut, tiba – tiba batu yang dibuat bersemedi langsung pecah dan mengeluarkan seekor Buaya Putih yang masih kecil. Setelah dipelihara oleh Raden Dodo Putih, buaya tersebut menjadi besar dan memiliki kesaktian yang luar biasa. Karena dirundung malu, Rasen Dodo Putih bersepakat dengan Begawan Nyampo untuk mengadu putranya dengan Baru Klinting. Harapan mereka, dalam pertenpuran itu Buaya Putih dan Baru Klinting sama – sama mati.
Baru Klinting seketika itu berangkat menemui Buaya Putih dengan tergesa – gesa dan rasa penasaran. Akibatnya saat dia melintasi sebuah gunung, maka runtuhlah puncak gunung tersebut ( tugel ) akibat dari sebetan ekornya. Gunung itu kini bernama Gunung Tugel yang berada didaerah Tongas Probolinggo.
Saat bertempur dengan Buaya Putih, ternyata Baru Klinting menang dengan mudah. Tubuh Buaya Putih itu dipotong – potong dan dilemparkan kesegala arah. Sebagian dilempar sampai ke Gersik, sebagian dilempar dan jatuh menjadi Gunung Bentar di Probolinggo, dan sebagian dilempar ke Puger Jember. Semua tubuh buaya putih itu kini menjadi Gunung Kapur.
Dengan gembira Baru Klinting pulang kerumahnya. Akan tetapi kedua orang tuanya masih gundah melihat Baru Klinting masih hidup. Akhirnya Begawan Nyampo mempunyai satu cara yang menurutnya berhasil, yaitu memerintahkan Baru Klinting untuk bertapa dihutan.
“ Baru Klinting berangkatlah kehutan untuk melakukan tapa disebuah bukit. Apabila engkau dapat memutari bukit itu dengan tubuhmu, maka engkau akan berubah menjadi manusia yang sempurna,” ucap Begawan Nyampo.
Akhirnya Baru Klinting melakukan tapa disebuah bukit kecil. Pada saat itu pula di Kademangan Klindungan sedang mengalami paceklik. Warga bingung menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, sedangkan mereka harus mencari makan. Dan mereka memutuskan untuk berburu hewan dihutan untuk dijadikan makanan.
Warga mulai melakukan pemburuan. Diantara warga itu ada seorang kakek tua yang buta yang bernama Kek Kerti. Dia pergi kehutan untuk berburu dan mencari kayu bakar. Para warga merasa kasihan melihat Kek Kerti pergi kehutan sendirian, akhirnya ada ide untuk membujuk supaya Kek Kerti pulang. Namun watak yang dimiliki Kek Kerti sangat keras, dia tidak mau pulang.
Kek Kerti sudah mengelilingi hutan kemudian dia memutuskan istirahat dibawah pohon. Saat melepas lelah, tiba – tiba dia merasa akar yang didudukinya bergerak – garak. Dia merasa takut dan heran.
“ Apa ini sebenarnya ? “ ucap Kek Kerti sambil terkaget –kaget
“ Jangan kaget dan jangan takut Kek Kerti. Wujudku memang seekor ular, akan tetapi bukan ular sembarangan. Aku tidak akan menyakiti manusia seperti mu. Aku sedang melakukan semedi agar menjadi manusia yang sempurna kelak. “
“ Apa ? bagaimana ceritanya ? “ Tanya Kek Kerti sambil kaget.
“ Panjang ceritanya, Kek, aku tidak mungkin menceritakannya. Namaku Baru Klinting, anak dari Begawan yang sangat sakti. Sudah bertahun – tahun aku melakukan semedi ini .”
Baru Klinting mengetahui nahwa Kek Kerti tidak bisa melihat, dengan kemampuannya, dia akan menyembuhkannya. Tetapi Baru Klinting mempunyai syarat. “ Apabila Kek Kerti sudah dapat melihat jangan sekali – sekali mengatakan keberadaanku disini. Kalau Kek Kerti mengingkarinya, maka Kek Kerti akan buta lagi. “
“ Baiklah, asal mataku bisa melihat, saya memenuhi syarat itu .” kata Kek Kerti.
“ Irislah punggungku, Kek. Darah yang nantinya keluar dari tubuhku usapkan kedua mata Kek Kerti,” ujar Baru Klinting. Dan sungguh ajaib, setelah Kek Kerti mengusapkan darah itu kematanya, dia langsung dapat melihat. Kek Kerti mengucapkan terima kasih dan pulang dengan senang.
Warga terheran – heran melihat Kek Kerti yang buta kini bisa melihat lagi. Warga mulai menanyai Kek Kerti, akan tetapi dia tidak mau mengatakan apa yang terjadi. Dengan segala rayuannya warga mendesak Kek Kerti untuk mengatakan, dan akhirnya keluarlah perkataan yang seharusnya tidak boleh diucapkan oleh Kek Kerti. Akhirnya mata Kek Kerti menjadi buta kembali.
Setelah mendengar cerita dari kek kerti,muncul ide dari salah satu warga untuk membantai Baru Klinting. Dagingnya akan digunakan untuk pesta selamatan desa. Untuk itu warga beramai – ramai ke hutan. Setibanya bersemedi. Tanpa pikir panjang warga langsung menyenbelihnya. Karena tubuh Baru Klinting yang sangat besar akibatnya darah mengalir ke segalah arah.
Tempat penyembelihan Baru Klinting (mbeleh), kini menjadi Desa Mbelerah. Setelah itu, badan Baru Klinting dikelupas sisiknya (kresek). Tempat itu kini menjadi Desa kresek. Setelah di bersihkan tubuh Baru Klinting dipotong – potong menjadi empat puluh (patang puluh) bagian, dan kini menjadi Desa patang puluh. Sedangkan daging dari tubuh Baru Klinting dibakar (tunu), kini menjadi kini menjadi Desa tunon atau biasa dikenal Grati tunon.
Selamatan desa dimulai, berbagai hidangan ditumpuk jadi satu termasuk daging dari tubuh Baru Klinting. Tak lama berselang tiba – tiba datang seorang wanita yang tidak lain adalah Emdang Sukarni. Dia meminta – minta sambil menangis. Warga tidak suka dengan kehadiran Endang Sukarni karena itu mereka mengusirnya.
Sambil memohon – mohon Endang Sukarni mulai putus asa. Tiba - tiba seorang nenek mendengar tangisannya. “ Apakah yang terjadi pada dirimu. Nak ?” Tanya sang nenek.
“ saya ingin sekali meminta daging yang dipanggang itu karena perutku lapar sekali,” Ucap Endang Sukarni .
“ jadi itu permintaanmu ? Ambillah sebagian daging punyaku ini supaya perutmu tidak lapar lagi.”
Sambil makan daging Endang Sukarni mengucapkan terima kasih kepada nenek tersebut.
“Siapakah nama kamu, Nak ?” Tanya nenek sambil tersenyum.
“ Namaku Endang Sukarni . Saya ke sini untuk meminta daging ular agar dapat mengembalikan anakku Baru Klinting yang dagingnya dibuat pesta oleh warga.”
“ Apa ?” Kata nenek itu kaget .
“ Benar Nek, itulah kenyataannya,” jawab Endang Sukarni.
Hati Endang Sukarni mulai tidak tenang. Ia ingin membalas apa yang telah di perbuat oleh warga terhadap Baru Klinting. Kemudian Endang Sukarni berdiri dan menancapkan sebatang lidi ( sodo lana), lalu berteriak – teriak meminta perhatian warga yang berpesta.
“ Barang siapa baik laki – laki maupu perempuan yang merasa sakti, buktikan kemampuan kalian di hadapan ku dengan mencabut sebatang lidi yang tertancap ini,” teriak Endang Sukarni sambil menancapkan sebatang lidi.
“ Apa ?” seluruh warga merasa terkejut dan bertanya – Tanya.
“ heeeeeee, jangan kan mencabut sebatang lidi, nyawamu pun bisa ku cabut,” ucap salah satu yang besar mulut .
“ Sekarang buktikan, jika kalian bisa mencabutnya,” ujar Endang Sukarni marah.
Setelah berbagai macam cara di lakukan ternyata tidak ada seorang pun yang bisa mencabut batang lidi itu dengan mudah, mereka terheran – heran melihatnya.
“ Kini kalian merasakan akibat dari perbuatan kalian terhadap keluargaku,” kata Endang Sukarni
Lubang bekas tancapan sebatang lidi, mulai mengeluarkan air yang sangat deras. Lama kelamaan menjadi sumber air yang sangat besar. Warga kebingungan ,berlarian kesana kemari. Satu per satu warga di telan air Bah dan akhirya seluruh warga tenggelam.
Sumber air, bekas tancapan sebatang lidi tadi tidak pernah surut sampai sekarang. Kini sumber air itu menjadi sebuah danau yang di batasi oleh sebuah bukit di sebelah selatannya. Dan danau itu sekarang lebih di kenal oleh masyarakat dengan nama RANU GRATI Nama itu di ambil dari desa yang berada tepat di pinggir danau itu yaitu DESA RANU KLINDUNGAN .
Wisata ranu grati sore hari
wisata danau ranu grati pasuruan
Lontong balap
Selain Kupang, makanan khas Kota Pasuruan yang dapat Anda temukan di Jl. Ir Juanda adalah Lontong Balap Bumbu Kuning.
Jika sebelumnya Anda sudah pernah mendengar atau bahkan mencicipi
Lontong Balap Surabaya, makanan khas Pasuruan yang satu ini memiliki
bumbu yang sangat berbeda.
Irisan lontong, tauge dengan kuah bumbu kunyit, daun jeruk purut, bawang
putih, lento, dan bumbu petis ini semakin menambah rasa segar makanan
ini.
Rasa segar dari bumbu petis menjadi semakin menggugah selera.
Bagi sebagian orang yag tidak tawar dengan Kupang Sate Kerang bisa
menikmati makanan khas lainnya yaitu lontong balap berkuah kuning yang
terbuat dari taoge dengan bumbu kunyit , daun jeruk purut, bawang putih.
Lebih nikmat dihidangkan dengan irisan lontong , lento dan petis, bagi
penikmat rasa pedas bisa ditambahkan beberapa cabe rawitBahan-bahan:
- 1 papantempe, potong kotak 2x2 cm
- 500 grtahu, goreng dan potong sesuai selera
- 150 grtauge
- 500 grnasi, untuk lontong
- SAMBAL PETIS
- 10 biji cabe rawit rebus
- 4 sdm petis udang berkualitas
- 3 sdm bawang merah goreng
- 1 sdm bawang putih goreng
- 50 ml air matang
- Kecap manis secukupnya.
KUAH:
- 1 btg serai dan memarkan
- 1.5 liter air
- 3 lbr daun jeruk
- 3 cm lengkuas dan memarkan
- 1 sdm garam (secukupnya)
- 2 sdt gula pasir
- 2 sdm minyak untuk menumis
BUMBU:
- 4 siung bawang putih
- 4 btr bawang merah
- 1/2 sdt merica
- 2 cm kunyit
- 4 btr kemiri disangrai
Langkah:
- Haluskan semua bahan bumbu, sisihkan.
- Haluskan semua bahan sambal, campurkan kecap manis setelah sambal itu halus. Tambahkan sedikit air agar tidak terlalu kental, sisihkan.
- Panaskan minyak lalu tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk dan lengkuas hingga harum.
- Masukkan tempe dan air, aduk rata. Tambahkan gula dan garam, masak hingga tempe masak. Sisihkan.
- Tata lontong dalam piring saji, tambahkan potongan tahu goreng dan tauge dan,
- Siram kuah tempe di atasnya, lengkapi dengan sambal petis. Sajikan hangat.
makanan khas pasuruan "Lontong balap"
Rawon
Rawon Sakinah
Rawon disajikan dengan sambal dari cabe dan
bawang, serta tauge pendek. Tauge pendek merupakan keharusan karena
tauge yang “belum jadi” ini justru masih manis rasanya. Manisnya tauge
pendek dan pedasnya sambal menciptakan nuansa khas untuk rawon. Lauk
pendampingnya yang juga termasuk “default” adalah krupuk udang dan telur asin. Tempe goreng garing juga cocok sebagai pendamping tambahan.
Usut punya usut ternyata rawon SAKINAH
kebanggaan arek pasuruan ini menrupakan rawon rekomnedasi nya Pak Bondan
winarno , pemerhati kuliner nusantara. berikut catatan kecil yang di
tulis di kompas.com :
Rawon kedua yang saya dudukkan di jajaran juara adalah olahan
“Warung Sakinah” di Pasuruan. Warung ini sebetulnya juga bukan temuan
baru. Sudah beberapa kali saya singgah ke warung yang sangat populer
dengan sate komoh-nya. Sate komoh adalah sate dari daging sapi berukuran
besar. Sebetulnya mirip empal berbumbu basah yang diakhiri dengan
membakarnya sebentar di atas bara arang. Sate komoh adalah sajian khas
Pasuruan dan sekitarnya. Biasanya, saya makan sate komoh sebagai lauk
nasi campur.Dalam kunjungan terakhir ke “Warung Sakinah”, saya tergoda memesan sate komoh dengan nasi plus semangkuk kuah rawon. Saya terkejut melihat kuah rawon itu datang dengan irisan daun bawang muda panjang-panjang. Semula saya pikir malah kucai karena penampangnya yang kecil. Kehadiran daun bawang muda di dalam kuah rawon itu membuatnya terasa sangat segar. Kegurihan kluweknya diimbangi dengan kesegaran daun bawang yang khas. Duh, baru sekali itu saya mencicipi kuah rawon yang sangat nyamleng. Saya menduga keras bahwa daun bawang muda itulah yang “bertanggung jawab” atas peningkatan kualitas kuah rawon.
Rawon Daging sapi (empal)
Rawon sate komo
makanan khas pasuruan "Rawon"
kupang kraton
Kupang Kraton adalah makanan tradisional yang terbuat dari
bahan dasar kupang. Kupang sendiri
merupakan binatang laut sejenis kerang kecil, berwarna coklat pucat dan banyak
terdapat di pesisir pantai utara Jawa Timur seperti Surabaya, Pasuruan dan Sidoarjo.
Makanan ini hampir mirip dengan Lontong
Kupang, namun yang sedikit berbeda adalah dari rasanya. Kupang Kraton ini
merupakan salah satu makanan tradisional dari Pasuruan, Jawa
Timur.
Asal Kupang Kraton
Daerah Pasuruan, Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang
dikenal sebagai penghasil kupang. Karena banyak nelayan disana selain mencari
ikan, mereka juga mencari kupang untuk dikonsumsi atau diproduksi. Kupang ini
biasanya diolah menjadi makanan seperti Lontong
Kupang, Sate Kerang, Pelasan Kupang dan lain – lain. Salah satu yang cukup
terkenal dimasyarakat adalah Lontong Kupang. Selain dikonsumsi sendiri, banyak
juga penjual yang menjajakan makanan satu ini. Salah satu tempat di Pasuruan
yang menjadi sentra penjualan Lontong Kupang ini adalah di sekitar Pasar Kraton. Sehingga Lontong Kupang
disana juga dikenal dengan sebutan Kupang Kraton.
Pengolahan Dan Penyajian
Kupang Kraton
Pengolahan Kupang Kraton ini hampir sama dengan Lontong
Kupang di Sidoarjo dan Surabaya. Pertama kupang dikupas dan dicuci sampai
bersih, kemudian dimasak hingga matang bersama dengan bumbu seperti bawang putih, gula jawa, garam, dan petis. Pada penyajiannya, Kupang Kraton
ini disajikan bersama dengan irisan lontong
dan lentho. Sebagai penyedap rasa
bisa juga ditambahkan bawang goreng dan jeruk nipis. Untuk menikmatinya, sangat
pas bila ditemani dengan es kelapa muda
dan sate kerang.
Cita Rasa Kupang
Kraton
Walaupun bentuknya hampir sama dengan Lontong Kupang di Sidoarjo
atau Surabaya, namun Kupang Kraton ini memiliki cita rasa yang sedikit berbeda.
Perbedaan itu terletak pada bumbu petisnya, petis yang digunakan untuk Kupang
Kraton ini pada dasarnya terbuat dari bahan dasar kupang, sehingga memiliki
cita rasa yang khas. Selain itu kuah pada Kupang Kraton ini lebih bening dan
lebih lembut. Pada dasarnya Kupang Kraton ini didominasi oleh rasa manis, asam
dan gurih. Namun apabila anda menyukai makanan pedas anda juga bisa menambahkan
cabai atau sambal.















